PERINGATAN HARI AIDS SEDUNIA (HAS)
- Hari AIDS Sedunia
Hari AIDS Sedunia (HAS) yang
diperingati setiap tahunnya tanggal 1 Desember bertujuan untuk menumbuhkan
kesadaran terhadap wabah HIV diseluruh dunia juga diseluruh dunia. Juga
mengurangi stigma atau cap buruk dan pandangan keliru tentang HIV dan AIDS,
sebab AIDS bukanlah penyakit yang hanya menimpa segolongan masyarakat tertentu saja,
melainkan merupakan sebuah penyakit masyarakat.
Tema ini dipilih karena data
menunjukkan bahwa risiko penularan HIV tidak hanya terbatas pada populasi
berisiko tinggi, seperti pekerja seks dan pengguna narkotik jarum suntik, namun
juga pasangan atau istri bahkan anaknya, hasil proyeksi tahun 2010 – 2014
menunjukkan peningkatan jumlah ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS) pada kelompok
perempuan, yaitu dari 19 % ditahun 2008 yang mungkin akan meningkat menjadi 28%
tahun 2014.
- Penyalahgunaan NARKOBA dan HIV/AIDS serta cara Penanggulangannya
Menurut Badan Narkotika Nasional
(BNN) jumlah pengguna narkoba terus meningkat, dari 1,99 % dari jumlah penduduk
Indonesia (3,6 juta) tahun 1998, menjadi 2,8 % (5 juta) tahun 2011 dan
diperkirakan naik 3% tahun 2015. Paling sedikit 15 ribu orang meninggal setiap
tahun di mana 78 % berusia 19 – 21 tahun, belum termasuk mereka yang terkena
dampak buruknya, seperti HIV dan AIDS.
Angka-angka itu belum menggambarkan
fakta sebenarnya dimasyarakat karena umumnya pengguna narkotika tidak mengakui
dirinya pengguna narkoba. Terdapat fenomena gunung es, diatas permukaan laut
hanya sebagian kecil, sedangkan dibawah permukaan laut jumlahnya lebih besar.
WHO memperkirakan jika ada 1 pengguna narkoba yang berobat atau mengikuti
program pemulihan, ada 10 penguna narkoba didaerah itu, demikian juga dengan
mereka dengan HIV/AIDS. Pemakaian narkoba, terutama dengan disuntik bergantian
(penasun) berkaitan erat dengan meningkatnya kasus HIV/AIDS di Indonesia, HIV
ditularkan terutama melalui hubungan seksual dan pemakaian NAPZA/ narkoba
suntik bergantian, transfusi darah dan penularan dari Ibu ke anak. Dahulu HIV
dan AIDS dikalangan penasun (penyalahguna napza suntik) menunjukkan angka
tertinggi. Kini ada pergeseran peningkatan jumah penularan dari pemakaian
narkotika suntik ke hubungan seksual. Terjadi penularan dari penasun kepada sesama
penasun dan pasangan seksualnya hingga kepada bayi yang dikandungnya.
- Kabupaten Banyumas mempunyai penderita HIV/AIDS no. 2 se-Jateng setelah Semarang. Apa kamu masih ingin menambah jumlah penderita tersebut dengan menjadi GAUL BEBAS dan JUNKIES??
Selamatkan
GENERASI MUDA Indonesia dari serangan HIV/AIDS
!!
Masa
depan Indonesia ada di tangan GENERASI MUDA
SAY NO TO FREE SEXS
AND NO TO DRUGS !!
1
Desember 2012
KAPA NARKOBA
MAN Purwokerto 2